Apa itu Blog? Blog adalah sebuah postingan artikel atau hanya sebuah tulisan biasa yang dibuat oleh si pemilik blog menggunakan blog builder. Dan postingan tersebut dapat kita lihat melalui mesin pencari semacam google, bing, yahoo, dan lainnya. Serta ada berbagai macam blog builder yang dapat digunakan seperti Wordpress, Blogger, Wix, Xtgem, dan masih banyak lagi.



Namun untuk yang ingin membuat blog untuk bisnis atau pekerjaan utama disarankan dapat menggunakan Wordpress. Karena pada Wordpress terdapat beragam fitur-fitur yang dapat membantu pemilik blog dengan mudah mengembangkan blognya. Atau lebih sering dikenal dengan nama plugin Wordpress.



Akan tetapi biaya yang dikeluarkan untuk mengelola suatu blog yang dikembangkan melalui Wordpress juga terbilang menguras kantong. Namun kalau ditekuni hal tersebut tak menjadi masalah. Malah dapat membuat kita merasa diuntungkan setelah blognya berkembang besar.



Dan selain itu ada juga yang menggunakan selain Wordpress namun bisa juga sukes. Dan semua kembali lagi kepada diri kita masing-masing. Entah itu mau menggunakan Blogger, Wix, ataupun Xtgem. Semuannya juga masih mampu bersaing dalam mesin pencari.



Namun untuk seorang yang mau belajar mulai mengelola sebuah blog disarankan menggunakan Blogger atau Xtgem. Selain gratis dan juga kita dapat memasukkan iklan di dalamnya tanpa membeli sebuah hosting dan domain. Dengan iklan yang di tempel pada blog kita tentunya dapat meraup keuntungan berupa uang.



Terkadang untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan tersebut, tentunya juga tidak bisa didapatkan secara instan. Artinya juga butuh waktu dan perjuangan yang harus dilakukan dalam mengembangkan blog yang kita punya agar mampu menghasilkan.



Dan kerap kali ada juga berbagai kendala yang datang menghampiri para pemilik blog. Entah itu datang saat ingin memulai blog maupun di pertengahan saat mengembangkan blognya. Tanpa disadari hal tersebut kerap kali dilakukan oleh para pemilik blog baik pemula maupun sudah pengalaman.



Saya pun juga kerap kali melakukan hal tersebut yang tanpa disadari membuat perjalanan blog saya menjadi simpang siur. Berdasarkan pengalaman yang pernah dilakukan, kali ini saya akan membagikan berbagi kendala yang umum dialami oleh saya ataupun juga orang lain mengalaminya.



1. Terlalu Memikirkan Niche


Dan benar saja, ketika saya ingin mulai ngeblog hal pertama yang membuat bingung adalah niche yang akan dibahas. Serta kemudian saya mencari informasi tentang niche apa yang mempunyai rate tinggi. Dari situ saya tidak memikirkan bagaimana saya membuat sebuah artikel yang membahas niche tersebut walaupun saya sendiri belum terlalu menguasainya.



Dan awalnya saya hanya tergiur oleh hasil dari niche dengan rate tinggi tersebut. Sehingga saat blognya sudah berjalan dipertengahan membuat saya merasa kebingungan untuk membuat artikel dengan niche yang sama. Jadinya untuk memperbarui kontennya, saya sering mencampur dengan beragam niche yang bukan sejenis.



Jadinya bisa dibilang blognya menjadi campuran dan tidak sesuai dengan yang direncanakan diawal. Entah kenapa hal tersebut membuat saya merasa bingung mau melanjutkan blognya atau tidak. Dan akibatnya menjadikan blog saya berhenti sejenak dan saya malah memikirkan niche apa lagi yang harus saya bahas.



Mungkin ada juga selain saya yang mengalami hal tersebut, yang awalnya hanya tergiur dengan rate nichenya saja tanpa memikirkan apakah kedepannya mampu konsisten dengan nichenya. Dan memang saja hal tersebut sering menjadi kendala awal saat ingin mulai ngeblog.



Tapi sebenarnya kalau kita menyukai sesuatu hal yang entah itu masakan, menggambar atau yang lainnya. Dan hal yang disukai tersebut juga bisa dijadikan sebagai niche blognya. Meskipun hasil yang didapatkan tidak begitu besar saat diawal perintisan. Namun kalau hal tersebut kita tekuni akan terasa mudah dan menyenangkan, karena dengan kita menyukainya akan memperlancar dalam pembuatan artikelnya



Dan tentunya kita merasa mendapat kepuasan tersendiri dengan membuat artikel yang berisi niche yang disukai. Serta kedepannya akan menjadikan blognya berkembang lebih cepat dengan diiringi doa dan usaha yang konsisten. Jadi, dapat dikatakan bahwa untuk memilih niche yang akan digunakan lebih enak kalau kita menyukai hal tersebut.



Jadi, kedepannya mampu membuat kita lebih konsisten dalam mengembangkan blognya. Dan setelah blognya berkembang menjadi besar, nanti baru akan terasa hasil dari perjuangan yang dilakukan. Dan tidak perlu bingung lagi memikirkan niche yang akan dibuat, sebab kita telah menguasi hal tersebut.



2. Sering Mengotak Atik Template


Dan saya juga pernah melakukan hal semacam ini, yaitu sering mempermasalahkan tampilan templatenya tanpa mengimbanginya dengan pembuatan artikel. Jadinya hanya membuat saya disibukan dengan tampilan templatenya saja. Dan kedepannya tidak akan merasa puas dengan merubah-ubah tampilan template.



Memang hal tersebut mampu membuat tampilan template jadi lebih menarik sehingga menjadikan blog kita bagus dan nyaman bagi pengunjung. Namun yang dibutuhkan pengunjung sebenarnya bukanlah tampilan template yang bagus, melainkan apa isi konten yang dibahas dan apakah masalah pengunjung dapat terjawab dalam isi konten tersebut.



Dan terkadang saya pun juga tidak memikirkan hal tersebut dan hanya mempermasalahkan templatenya saja. Serta sebagian dari pemilik blog juga pernah melakukan hal tersebut yang hanya memikirkan tampilan blognya saja supaya dibuat semenarik mungkin. Dan akhirnya kita hanya disibukan dengan tampilan dan melupakan kualitas dari kontennya.



Sebenarnya kalaupun template kita hanya simpel saja pun masih bisa membuat pengunjung tertarik mengunjungi blog kita. Asalkan isi konten yang kita buat mampu menyelesaikan masalah dari si pengunjung tersebut. Dan hal ini tentunya juga harus butuh kekonsistenan dan memahami apa yang dicari pengunjung.



Misalnya kita membuat postingan tentang cara mengatasi internet yang lambat. Dan judul yang dibuat contohnya Bambang Mengatasi Internetnya yang lambat dengan cara ini dan yang satunya yaitu 5 Langkah Mengatasi Internet Yang Lambat. Memang kedua judul tersebut masuk akal, namun pengunjung mungkin akan lebih tertarik dengan judul yang kedua daripada yang pertama.



Mengapa? Karena yang dibutuhkan pengunjung adalah cara mengatasi internet yang lambat dan bukan cara Bambang mengatasi internetnya. Tentunya si pengunjung berpikir siapa itu Bambang dan kenapa saya harus mengetahuinya. Nah, sekerang dapat diketahui bahwa si pengunjung akan memutuskan mengklik yang judul kedua tadi.



Tapi hal tersebut juga jangan hanya judulnya saja yang menarik, tentunya isinya juga mampu menjawab atau berisi sesuai dengan yang dikatakan judulnya. Misalnya judul 5 Langkah Mengatasi Internet Yang Lambat dan didalamnya sudah dipastikan ada langkah-langkah penyelesaiannya.



Berbeda dengan judul Cara Bambang Mengatasi Internetnya Yang Lambat dan kemungkinan kalau isinya sesuai judulnya dapat dipastikan pembahasannya adalah cerita dari Bambang saat mengatasi internetnya yang lambat. Dan kemungkinan pengunjung akan merasa malas membaca ceritanya dan lebih memilih beralih ke konten lain.



Jadi, dapat disimpulkan bahwa isi konten yang mampu menjawab masalah pengunjung akan lebih menarik untuk dikunjungi meskipun template yang digunakan hanya simpel dan terkesan kurang wahh. Namun tetap saja pengunjung akan lebih tertarik dengan isinya daripada tampilannya.



3. Mempermasalahkan Pengindeksan


Nah, untuk yang satu ini memang menjadi kedala semua pemilik blog baik pemula maupun sudah pengalaman. Memang saya pun juga mengalaminya dan hal ini memang begitu terasa menyebalkan ketika kita sudah membuat artikel dan belum juga terindeks. Rasanya pun seakan membuat malas untuk membuat artikel lagi hehe....



Namun untuk membuat blog kita terindeks di google, maka terlebih dahulu kita daftarkan pada Google Search Console (GSC). Dan setelah didaftarkan pun nyatanya juga tak kunjung terindeks. Untuk itu kita perlu memasukkan peta situs blognya ke GSC. Dan apabila ingin terindeks dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama maka gunakanlah domain milik sendiri.



Kalupun hal tersebut sudah dilakukan semua dan tidak terjadi perubahan, maka kita tunggulah dengan sabar sambil membuat konten yang berkualitas atau memenuhi standar SEO. Dan bisa juga mendalami ilmu tentang SEO yang kedepannya akan memberikan manfaat bagi kita.



Namun, tak semua orang bisa bersabar dan ingin artikel pada blognya cepat terindeks. Dan jadinya kita hanya terfokus pada masalah pengindeksan saja tapi tidak memahami apakah artikel yang dibuat sudah berkualitas atau belum. Yang dimaksud berkualitas adalah artikel yang dibuat tersebut merupakan ori bikinan kita dan menerapkan SEO pada artikelnya.



Akan tetapi sebagian orang termasuk saya masih perlu belajar apa itu SEO dan bagaimana cara menerapkannya. Namun apabila kita terus mempelajari hal tersebut dapat dipastikan lama-lama kita akan paham juga. Seperti kata pepatah "Bisa Karena Terbiasa".



Dan kalaupun kita tidak begitu paham tentang SEO atau masih pemula dalam membuat blog. Hal tersebut bisa kita lakukan dengan cara lain yaitu membuat artikel yang punya ciri khas dan bermanfaat bagi orang lain. Serta membagikan artikel yang kita buat tersebut di media sosial. Nanti kelamaan blog kita dengan sendirinya akan terindeks seiring dengan pembuatan artikel secara konsisten dan membagikannya di media sosial.



Dan semua itu juga butuh waktu dan kesabaran dalam menjalankannya. Serta sebenarnya kita tidak perlu mempermasalahkan pengindeksan setelah mendaftarkan di GSC. Karena nantinya blog kita dengan sendirinya akan terindeks di google seiring berjalannya waktu.



Jadi, dapat disimpulakan ketika kita mempermasalahkan pengindeksan artikel, tanpa disadari hal tersebut akan membuat kita menjadi tidak semangat lagi menjalankan blognya dan bisa-bisa meninggalkannya begitu saja. Karena kita merasa tidak sabar ketika artikel tak kunjung diindeks dan kemudian menyebabkan kita hanya berfokus pada pengindeksan namun melupakan kontennya.



4. Malas Membuat Artikel


Untuk kendala yang satu ini tentunya bisa saja dialami akibat rasa ketidaksabaran kita saat menjalankan sebuah blog. Atau mungkin juga belum menguasai niche yang dibahas. Memang terkadang kita merasa ingin blog kita cepat menghasilkan secara besar dengan cara membuat niche yang punya rate tinggi.



Namun kita masih belum menguasai topik tersebut, dan jadinya saat proses pembuatan artikel menyebabkan kita malas. Dan terkadang juga kita mengkopy atau mentranslate blog orang lain untuk dijadikan konten pada blog kita. Namun kalau hal tersebut dilakukan secara terus menerus akan membuat kita tidak terbiasa lagi dalam membuat artikel sendiri atau artikel ori.



Jadinya kita hanya bergantung pada artikel orang lain tanpa mau berusaha membuatnya sendiri. Dan kelamaan membuat kita malas untuk membuat artikel. Akan tetapi tanpa kita sadari bahwa dengan membuat artikel sendiri lama kelamaan akan terbiasa dengan hal tersebut dan menyebabkan kita punya rasa kepuasan tersendiri saat mampu membuat artikel secara original.



Dan semua itu butuh proses yang tidak instan. Serta kita harus menyadari bahwa untuk bisa memperoleh hasil yang maksimal dibutuhkan kerja keras dan tentunya diiringi dengan doa. Seperti tujuan awal yang ingin memperoleh penghasilan dari ngeblog atau hanya sekedar membagikan ilmunya juga harus bisa menghilangkan rasa malasnya.



Sebab dengan menjalankan sebuah blog dengan bermalas-malasan tentunya tidak akan membantu kita dalam mengembangkan sebuah blog. Malah hal tersebut menghambat kita untuk mencapai harapan yang kita inginkan. Dan satu lagi, saat akan membuat artikel kita bisa mengingat sejenak apa tujuan kita membuat sebuah blog.



Apakah untuk mendapat penghasilan dari ngeblog, sekedar membagikan ilmunya, atau hobby saja. Dengan mengingat hal tersebut tentunya akan memotivasi diri kita untuk lebih semangat lagi dalam membuat artikelnya. Dan marilah mulai sekarang buanglah rasa malas tersebut serta berusahalah sambil terus belajar menjalankan sebuah blog sampai mendatangkan apa yang kita inginkan.



5. Terobsesi Dengan Statistik


Memang saya pun terlalu mempermasalahkan statistik blog saya. Apakah blog saya berkembang atau malah mengalami penurunan. Namun setelah saya dalami lagi bahwa untuk menaikkan trafik blog juga perlu menerbitkan konten yang dicari bayak pengunjung. Tapi hal tersebut tidak saya lakukan dan hanya asyik membagikan artikel saja tanpa rutin membuat artikel lagi.



Biasanya hal tersebut terjadi setelah saya terobsesi dengan tingginya trafik yang saya dapatkan dari membagikan artikel ke sosial media. Namun saya tahu bahwa itu membuat diri saya hanya memperhatikan trafik blog saja tanpa memperhatikan kualitas artikel yang saya buat.



Tentunya hal itu tanpa disadari membuat saya menjadi ketergantungan dengan trafik sosmed. Dan apabila artikel yang saya buat tidak di share ke sosmed kemungkinan tidak akan mendapat banyak trafik. Dan akibatnya membuat saya malas lagi membuat artikel ketika trafik yang didapatkan turun atau tidak ada yang mengunjungi.



Namun sebenarnya trafik tinggi maupun rendah tidak begitu mempengaruhi konsisten seseorang dalam menjalankan sebuah blog. Hal yang harus dirubah adalah tidak perlu begitu terobsesi dengan jumlah trafik yang didapatkan. Memang kalau trafik yang didapatkan banyak mampu mendorong semangat kita dalam menjalankan blognya. Akan tetapi kalau trafik yang didapatkan sedikit apakah masih semangat lagi dalam menjalankan blognya.



Tentunya kalau kita terobsesi dengan jumlah trafik yang didapatkan baik banyak atau sedikit, tentunya hal itu akan mempengaruhi semangat kita dalam menjalankan sebuah blog. Bisa kita merasa semangat saat dapat trafik banyak dan bisa juga kita merasa malas saat mendapat trafik sedikit.



Semua itu kembali lagi kepada diri kita masing-masing. Apakah kita menjalankan blog hanya terpaku dengan statistik blog atau tetap ingin konsisten agar blog yang dibuat mampu berkembang besar. Dan apabila trafik yang didapat sedikit, malah hal tersebut menjadi pembelajaran kita untuk tetap mengembangkan kualitas artikel yang dibuat. Begitu juga sebaliknya, dan masih perlu dilakukan pengembangan lagi saat mendapat trafik banyak.



6. Banyak Cari Info Tapi Minim Praktek


Dan hal yang satu ini kerap kali saya alami juga pada saat mengalami kesulitan disaat menjalankan sebuah blog. Saat itu ketika sudah mendapat informasi yang didapatkan entah kenapa rasanya sedikit malas untuk mempraktekkannya dan malah mencari informasi lain lagi.



Jadinya informasi yang saya dapatkan malah tidak terlaksana dan keasyikan melihat-lihat info lainnya. Dan membandingkan mana yang lebih tepat diterapkan pada blog saya. Dan saat setelah selesai melihat-lihat info terkadang ada niat untuk menunda mempraktekkannya. Serta berdampak tidak jadi terlaksana. Padahal awalnya ingin mencari satu solusi, namun setelah menemukan banyak solusi malah kebingungan sendiri.



Mungkin hal tersebut tanpa disangka dapat membuat kita menjadi pembanding-banding antara blog orang lain dengan kita. Kenapa pada blog orang lain tersebut lebih mudah menghasilkan keuntungan atau lebih cepat berkembang.



Namun kenyataan sebenarnya bahwa blog yang kita bandingkan tersebut awalnya juga berusaha dan butuh waktu yang tidak instan dalam mengembangkan blognya. Dan dibalik semua itu juga ada pengorbanan dari si pemilik blog tersebut.



7. Membuat Artikel Dengan Meniru/Mengcopy


Dan yang satu ini kerap kali juga saya alami atau mungkin juga ada yang pernah mengalaminya. Dan memang saja dengan melakukan cara tersebut kita tidak susah-susah mencari ide atau membuat artikelnya. Sebab kita hanya tinggal menyalinnya saja pada blog yang kita punya. Dan mampu membuat banyak artikel dalam waktu yang tidak lama.



Entah kenapa hal tersebut membuat diri kita menjadi ketergantungan kepada blog orang lain saat ingin membuat artikel atau konten. Namun tak disangka dengan cara tersebut dapat menjadikan blog kita menjadi sulit terindeks atau bahkan bisa juga dibanned kalau pemilik blog yang kita tiru mengetahuinya dan melaporkannya.



Dan juga membuat perkembangan dari blog yang kita buat mungkin akan sedikit terkendala, sebab kita menjadi tidak terbiasa membuat artikel dengan sendiri dan lama-kelamaan mungkin juga bisa membuat kita berhenti ditengah jalan sebelum mengembangkan blognya.



Dikarenakan disaat kita ingin mencoba membuat artikel yang original, namun ada sedikit rasa malas untuk melakukannya. Sehingga munculah niatan untuk mengcopy blog orang lain dan memodifikasinya. Akan tetapi lama-kelamaan kita akan merasa bosan dengan hal tersebut dan bukannya melatih kita untuk belajar membuat artikel malah menghambatnya.



8. Kepengen Blognya Cepet Ada Iklannya


Dan ini yang menjadi harapan sebagian para pemilik blog. Dikarenakan dengan dipasangnya iklan pada blog kita sehingga kita akan mendapatkan imbalan dari menjadi publisher iklan. Serta di luar sana ada banyak sekali penyedia jasa periklanan bagi blog maupun web.



Mulai dari Adsense, MGID, Adsterra, Propeller Ads, dan masih banyak lagi. Namun yang paling terkenal adalah Adsense. Sebab Adsense sendiri adalah produk dari Google dan imbalan yang diberikan oleh Adsense juga terbilang cukup besar.



Namun untuk berkontribusi menjadi publisher Adsense ada syarat yang tidak mudah. Dan banyak sekali dari para pemilik blog mengeluhkan sulitnya diterima oleh Adsense. Dan terkadang ada juga yang sudah diterima oleh Adsense masih mengeluhkan imbalan yang didapatnya cukup kecil.



Memang selain sulitnya mendaftarkan menjadi publisher Adsense dan untuk mengumpulkan uang melalui Adsense pun juga dapat dibilang cukup sulit dengan persaingan untuk dapat mendapatkan pengunjung blog. Dan juga trafik yang didapatkan pun sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya pendapatan yang diperoleh.



Dan memang kebanyakan para pemilik blog masih kepengen untuk cepat diterima menjadi publisher Adsense. Karena hal tersebut untuk seseorang yang masih memulai membuat blog pun juga sama, yaitu agar blognya cepet ada iklannya. Meskipun pengunjung blognya masih tidak stabil dan artikelnya masih baru (belum keindeks semua oleh Google).



Jadinya kita hanya berpikiran bahwa kalau blog kita ada iklannya pasti akan cepat memperoleh penghasilan. Namun hal tersebut tidak semestinya benar, karena kita harus mengembangkan blognya agar mampu menarik pengunjung untuk membukanya dan mengklik iklannya.



Dengan memperoleh trafik yang banyak tersebut tentunya tidak bisa kita dapatkan dalam waktu yang instan, kecuali trafik bot. Dan dengan menggunakan trafik bot tersebut malah bisa-bisa membuat akun Adsense kita terbanned, sebab telah melanggar peraturan.



Akan lebih baik sebelum mendaftarkan Adsense atau penyedia iklan lain, kita bisa mengumpulkan terlebih dahulu pengunjung yang akan mengunjungi blog kita. Dengan cara membuat suatu artikel atau konten yang menarik dan tentunya sesuai standar SEO kalaupun paham menerapkannya.



9. Membuat Banyak Blog Sekaligus


Nah ini saya juga sebagai pelakunya, karena saya bingung mengisi blog dengan niche yang telah ditentukan dan akhirnya untuk mencegah menjadi blog campuran. Saya lebih memilih membuat blog lagi dan mengisinya dengan niche berbeda.



Atau juga saya hanya mencoba-coba berbagai platform blog builder lain, mulai dari Blogger, Wordpress, Wapblogid, Wix, Wapka, Zyro, dan Xtgem. Dan semua platfrom tersebut pernah saya coba dan juga saya isi dengan artikel. Namun di pertengahan saat sudah berjalan beberapa bulan saya mulai bosan dan mencoba platform lainnya.



Dan melakukan cara yang sama juga setiap platform tersebut yaitu sudah mengisi artikel beberapa hari atau beberapa bulan. Namun ada juga rasa bosan yang menghampiri saya dan akibatnya saya tidak terfokus dalam pengembangan blognya sehingga kemudian saya tinggalkan begitu saja.



Dan dari hal tersebut saya mulai sadar bahwa dengan membuat banyak blog yang kita lakukan sendiri dan masih pemula tentunya hanya membuang-buang waktu. Bukannya blognya berkembang namun malah terhenti di tengah jalan. Lain lagi kalau kita punya Tim atau sudah berpengalaman mengelola banyak blog hal tersebut tidak menjadi masalah, malah kedepannya dapat menghasilkan keuntungan yang berlebih.



Akan tetapi lebih enak lagi punya satu blog namun tetap konsisten dalam mengembangkannya dan sampai berpenghasilan dari blog tersebut. Dan hasil yang dihasilkan dari satu blog yang sudah berkembang tentunya tak kalah dari banyak blog namun tidak kita tekuni dan malah ditinggalkan begitu saja sebelum berpenghasilan.



10. Merasa Iri Dengan Blog Besar


Dan yang satu ini kerap kali mungkin sebagian para pemilik blog merasakannya. Saya pun juga pernah mengalaminya, dan saat itu malah membuat saya menjadi tidak konsisten lagi dalam mengembangkan blognya. Akibatnya saya hanya sibuk membanding-bandingkan blog saya dengan blog yang sudah besar.



Dan memang benar saja dengan kita membandingkan blog kita dengan blog orang lain tanpa disadari membuat diri kita menjadi turun semangatnya. Dan berpikir kenapa sulit sekali untuk mengembangkan sebuah blog hingga menjadi besar. Dan letak kesalahannya adalah bahwa kita hanya melihat hasil yang diperoleh dari blog yang sudah besar tanpa ingin mengetahui seberapa perjuangan dari si pemilik blog yang membesarkan blognya tersebut.



Memang benar saja, blog yang sudah besar akan memberikan penghasilan yang besar juga. Namun dibelakangnya juga ada pengorbanan dan perjuangan yang tidak begitu mudah. Serta pernah juga mengalami kendala yang sama saat menjadi blogger pemula. Dan orang tersebut terus konsisten mengembangkan blognya dengan tetap belajar dari pengalaman yang dilaluinya.



Serta, mungkin waktu yang dibutuhkan untuk menjadikan blognya besar juga cukup lama dan juga melewati berbagai cobaan ditengah jalan. Entah itu malas saat membuat artikel atau merasa ingin berhenti ngeblog. Akan tetapi itu hanya sebagai penghambat yang harus dibuang jauh-jauh apabila ingin sukses menjalankan blognya.



Nah, pastinya setelah mengetahui seberapa besarnya pengorbanan dan perjuangan dibaliknya. Kita bisa menghindari rasa iri yang melekat pada diri kita. Sebab dengan merasa iri, kita malah menjadi tidak fokus dalam mengembangan blognya dan merasa berat untuk melanjutkannya.



Memang kita juga harus menjalani pengorbanan dan perjuangan yang begitu besar dalam waktu yang tidak sedikit. Dan benar saja, diawal memang terasa sakit namun setelah ke belakang nantinya kita akan merasakan manisnya perjuangan yang telah dilalui. Kuncinya tetap konsisten dengan diiringi doa dan hilangkan sifat iri pada diri kita.



Biarlah orang lain menikmati hasil dari perjuangannya dan kita akan menyusulnya supaya mampu menikmatinya juga. Semangat.....hehe



Demikianlah pembahasan mengenai kendala-kendala yang dialami saat ingin mulai ngeblog atau pun di pertengahan. Dan dari semua kendala di atas saya pun pernah juga mengalaminya. Intinya tetaplah berusaha dan berdoa dengan konsisten tanpa merasa iri dengan yang lainnya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. SEKIAN DAN TERIMA KASIH